0 di keranjang

No products in the cart.

SURAT PERJANJIAN PENGIKATAN UNTUK JUAL-BELI SAHAM

Klo Pengen Download File Word nya, silahkan di klik dibawah ini

SURAT PERJANJIAN

PENGIKATAN UNTUK JUAL-BELI SAHAM

Pada hari ini, ___________, tanggal ______________, bertempat di __________, telah terjadi Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham antara:

Nama               : ___________________

Jabatan            : ___________________

Alamat            : ___________________

No KTP           : ___________________

Bertindak untuk dan atas nama ___________________ dan beralamat di __________________, selanjutnya disebut sebagai Pihak Pertama.

Nama               : ___________________

Jabatan            : ___________________

Alamat            : ___________________

No KTP           : ___________________

Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri, selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua.

Para Pihak menerangkan terlebih dahulu hal-hal berikut:

  • Bahwa Pihak Pertama adalah pemilik sah dari 50% (lima puluh persen) saham dalam PT ________________, berkedudukan di __________. Yang Anggaran Dasarnya dimuat dalam akta No. _______ Tanggal _____________ dibuat di hadapan ______________, S.H., Notaris di ____________.
  • Bahwa Pihak Pertama bermaksud hendak menjual dan menyerahkan saham-saham tersebut kepada Pihak Kedua. Akan tetapi jual-beli sahamnya belum dapat dilaksanakan, karena, bahwa Pihak Kedua, sebagai pembeli saham-saham Pihak Pertama, belum mendapat persetujuan dari Rapat Umum Para Pemegang Saham Perseroan. Sebagaimana ternyata dari Berita Acara Rapat tertanggal _________ yang dibuat di bawah tangan, bermaterai cukup, dan dilekatkan dalam Perjanjian ini.
  • Selanjutnya, Pihak Pertama menerangkan dalam Perjanjian ini mengikat diri untuk menjual dan menyerahkan kepada Pihak Kedua. Dan, Pihak Kedua menerangkan mengikat diri untuk membeli dan menerima penyerahan atas: ______ lembar saham Pihak Pertama tersebut masing-masing dengan nilai nominal Rp ______________ (—jumlah uang dalam huruf—) atau seluruhnya berjumlah Rp______________ (—jumlah uang dalam huruf—). Pengikatan jual-beli ini menurut keterangan Para Pihak telah dilakukan dengan harga Rp ______________ (—jumlah uang dalam huruf—). Jumlah uang tersebut telah dibayar oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama sebelum ditanda tanganinya akta ini. Pihak Pertama menerangkan dengan ini telah menerima jumlah uang tersebut dengan baik dan tunai dari Pihak Kedua dan untuk penerimaan uang tersebut akta ini juga berlaku sebagai tanpa penerimaan (kuitansi) yang sah.

Selanjutnya Para Pihak menerangkan dalam akta ini bahwa pengikatan jual-beli ini telah diterima dan dilakukan dengan ketentuan dan aturan-aturan seperti tersebut di bawah ini.

Pasal 1

Pihak Pertama menerangkan dengan ini mengikat dirinya kepada Pihak Kedua untuk menjual dan menyerahkan saham- saham tersebut sebagaimana telah diuraikan di atas.

Pasal 2

Pihak Kedua wajib dan terikat dengan Perjanjian ini untuk membeli dan menerima penyerahan dari Pihak Pertama, apa yang telah diuraikan pada bagian premis Perjanjian ini dengan harga pembelian yang telah ditetapkan oleh kedua belah pihak sebesar Rp ______________ (—jumlah uang dalam huruf—).

Pasal 3

Pihak Pertama menjamin Pihak Kedua, bahwa apa yang diperjanjikan menurut Perjanjian ini untuk jual-beli tersebut, adalah benar milik Pihak Pertama, tidak dijaminkan dengan cara apa pun juga, bebas dari sitaan, belum dijual, atau dioperkan kepada pihak lain dan tidak dalam sengketa.

Pasal 4

Pihak Pertama tidak berhak untuk meminta kenaikan harga atas apa yang telah diperjanjikan menurut Perjanjian ini, apabila pada waktu ditanda tanganinya Akta Jual Beli ini, ternyata harga dari apa yang dijualnya menurut Perjanjian ini naik. Demikian pula sebaliknya, Pihak Kedua tidak berhak untuk meminta penurunan harga atas apa yang telah diperjanjikan menurut Perjanjian ini, apabila ternyata harga dari apa yang dibelinya itu turun, dan berhubung dengan itu semuanya masing-masing pihak yang satu terhadap yang lain dan sebaliknya dengan ini sekarang untuk di kemudian hari, saling memberikan pembebasan sepenuhnya atas segala tuntutan dan penagihan atas segala hal-hal tersebut.

Pasal 5

Pihak Pertama menerangkan dengan ini memberi kuasa kepada Pihak Kedua untuk nantinya setelah perubahan Anggaran Dasar Perseroan tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia, untuk:

  1. menjual dan menyerahkan saham-saham tersebut kepada Pihak Kedua di hadapan Notaris.
  2. menunjuk orang lain sebagai penjual untuk mewakili Pihak Pertama apabila Pihak Pertama lalai atau berhalangan untuk melakukan jual-beli yang dimaksud di atas.

Pasal 6

  1. Semua perselisihan yang timbul di antara Para Pihak mengenai Perjanjian ini dan atau sebagian daripadanya akan diselesaikan secara musyawarah.
  2. Apabila penyelesaian secara musyawarah tidak berhasil, maka Para Pihak sepakat untuk memilih domisili hukum yang umum dan tetap di Kantor Panitera Pengadilan Negeri __________________.

Pasal 7

  1. Terhadap pembatalan akibat Force majeure, Para Pihak sepakat akan merundingkan kembali perjanjian ini.
  2. Force majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagalkan terlaksananya perjanjian ini, seperti bencana alam, epidemik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masyarakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang disebabkan oleh keadaan di luar kemampuan manusia.

Pasal 8

Demikian Perjanjian ini dibuat dalam rangkap dua, yang bermaterai cukup serta mempunyai kekuatan hukum yang sama untuk masing-masing pihak, serta ditanda tangani oleh para pihak yang terlibat dalam perjanjian ini dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

Pihak I                                     Pihak II

______________                    ______________