0 di keranjang

No products in the cart.

Sudah belajar tips-tips melamar kerja, tapi masih susah dapat kerja? Ini alasannya!

Hi, jika kalian membaca tulisan ini kemungkinan kalian sedang kesulitan mencari sebuah pekerjaan, atau sedang ingin mencari kendala yang sedang kalian alami saat ini. Namun sebelum itu saya ucapkan selamat! Kenapa? Karena dengan membaca tulisan yang saya buat ini anda sudah berusaha untuk menambah ilmu dan pengetahuan, dan yakinlah, tidak ada ilmu pengetahuan yang sia-sia, prinsip tersebut yang membuat saya sampai ke tahap sekarang. Dan terima kasih sudah membuka situs bobbyputro.com ini.

Oke, singkat saja intermezo diatas, sekarang kita langsung masuk kepada benang merah atau inti utama dari percakapan ini. Pernah ga sih kalian bertanya kepada diri sendiri, “aku sudah belajar tentang ilmu-ilmu psikotes, ilmu wawancara dari semua sumber yang aku baca, tapi sampai sekarang masih belum ada yang berhasil, apa aku salah menerapkannya? Apa buku tersebut berkata bohong? Apa aku kurang kompeten?” Klo memang pernah seperti itu maka jangan bersedih dulu kawan, tenang saja kalian tidak seburuk yang kalian pikirkan. Simak pendapat saya berikut ini.

Buku-buku yang telah kamu baca, tentang tips mendapat pekerjaan, tips lulus psikotes 100%, tips lulus wawancara kerja, tidak sepenuhnya salah, namun juga tidak sepenuhnya benar. Kenapa saya berkata demikian? Karena sometimes, ada beberapa hal yang tidak diketahui atau dimengerti baik oleh tulisan maupun penulis itu sendiri terkait wawancara yang keluar dari jalur umum, dalam artian apa yang mereka tuli pada buku tersebut adalah wawancara secara umum, bukan secara khusus dimana hampir setiap perusahaan mempunyai caranya sendiri untuk mengetes dan menilai calon karyawannya. Saya sendiri ketika melakukan tes perekrutan tidak pernah sesuai dengan jalur yang “seharusnya”, saya mempunyai cara saya sendiri dalam menilai karyawan berdasarkan ilmu, intuisi, dan pemikiran saya pribadi tanpa bantuan dari alat-alat apapun, ya kecuali kertas dan pena.

Layaknya seorang Marketing perbankan yang mengetahui sesuatu pada calon nasabahnya yang tidak diketahui oleh seorang credit analist, dan sebaliknya seorang credit analist mengetahui ilmu-ilmu yang tidak diketahui seorang marketing, karena itulah sering terjadinya bentrok antara seorang marketing dan kredit analis (ga semuanya ya).

Jadi, apa yang kamu baca tidak dapat menjadi acuanmu ketika melamar sebuah pekerjaan dan melakukan test. Mereka hanya bisa menjadi dasar untuk tindakan / actionmu selanjutnya, berimprovisasilah dari dasar tersebut. Contohnya apa? Belajarlah hal lain, seperti “cara membaca sifat dan karakter seseorang” agar kalian bisa mengetahui karakter dan sifat dari orang yang sedang melakukan test padamu, sehingga kamu tau apa yang harus kamu lakukan untuk menghadapi orang seperti itu, atau “cara beradaptasi dengan cepat” agar kamu bisa cepat merasa nyaman dalam situasi test atau wawancara sehingga kamu tidak menjadi gugup dan mampu berpikir dengan tenang untuk mengeluarkan kemampuanmu secara maksimal.

Ibarat kalian sedang berperang, jika hanya mengandalkan kemampuan kalian saja, kalian tidak akan bisa mengerahkan kekuatan maksimal kalian jika sudah terjun langsung ke medan perang karena kalian tidak paham dengan kondisi medan peperangan, dan kalian tidak mengetahui seberapa kuat lawan kalian, bisa dipastikan anda akan kalah.

Jadi jangan hanya meningatkan kemampuan dari sisi dalam saja, tingkatkanlah kemampuan dari sisi luar, belajar dan kuasailah medan, belajar dan pahamilah lawan, setelah itu kalian akan tahu apa yang harus kalian lakukan.

Don’t just feel special, be special!

Thanks!